KEPARIWISATAAN

WISATA CAGAR BUDAYA BETAWI YANG TERLUPAKAN

 

Image

Terletak dipesisir laut yang berlokasi di daerah marunda pulo, Cilincing Jakarta Utara. Disini  terdapat benda cagar budaya yang ditetapkan Pemerintah berdasarkan Peraturan DKI Jakarta No 9 tahun 2009. Benda cagar budaya itu dikenal dengan Rumah Si Pitung. Rumah Si Pitung merupakan salah satu peninggalan warisan bersejarah di Indonesia.

Rumah si Pitung berbentuk rumah panggung yang sarat budaya betawi yang berarsitektur khas China. Rumah Pitung sudah mengalami beberapa kali renovasi, bangunannya sudah banyak diperbarui. Lantai aslinya dahulu terbuat dari bilah-bilah bambu  yang kini diganti kayu. Sedangkan dindingnya terbuat dari kayu jati yang dicat berwarna merah tua.

Jika dibandingkan saat pertama kali saya berkunjung ke Rumah Pitung, kondisinya jauh berbeda dengan bangunan yang sekarang ini. Dahulu bangunannya dikelilingi rawa-rawa dan juga tidak memiliki halaman luas yang terlihat saat ini. Setelah sekian lama tidak berkunjung ke Rumah Pitung, saya pun merasa takjub karena kondisinya yang berbeda. Saat ini bangunannya terlihat lebih kokoh dan rapi dan juga sangat terlihat direnovasi meskipun bertujuan untuk menjaga keutuhan bangunan.

Untuk memasuki rumah si pitung, pengunjung biasanya mengisi daftar nama dan dibagikan selembar brosur  mengenai rumah pitung. Diteras depan rumah terdapat patung  berwujud si Pitung yang mengenakan pakaian khas betawi. Dan juga ada bangku-bangku dan meja diteras untuk menerima tamu.  Dibagian dalam rumah terdapat ruang tamu,  satu ruang kamar tidur, ruang tempat makan yang luas, dapur dan juga teras belakang.  

Ini  adalah foto yang diambil dari teras depan yang terdapat  patung si Pitung dan tempat duduk. Biasanya  pengunjung mengambil  foto patung si Pitung untuk kenang-kenangan.

 Memasuki  rumah pitung tampak langsung ruang tamu yang dihiasi sebuah lukisan pengantin betawi. Disetiap dinding ditempelkan sebuah papan pemberitahuan tentang sejarah perjalanan si Pitung . Hal ini sangatlah membantu pengunjung untuk mengetahui  sejarah tentang legenda “Robin Hood” betawi pada masa penjajahan Belanda di abad 19. Jadi pengunjung tidak hanya melihat bangunan peninggalan yang pernah dihuni oleh tokoh legendaris betawi tetapi juga mengetahui sejarah dari  tokoh legendaris tersebut.                                                                                   

Dibagian kamar tidur masih tertata rapi tempat tidur dan alat-alat perabotan lainnya, begitu juga diruang makan, dapur maupun teras belakang. Perawatan rumah pitung yang menurut saya tertata dengan baik.

Disekitar bangunan gedung terdapat dua gedung baru yaitu gedung serbaguna, kantin, perpustakaan, mushala, serta panggung pertunjukkan. Namun, sepertinya gedung tersebut belum dimanfaatkan dengan baik. Karena pada saat saya berkunjung, gedung tersebut diberi penghalang agar tidak ada pengunjung yang masuk ke tempat tersebut.

Akses menuju rumah Pitung saat ini sudah rapi dan bagus. Tidak seperti dahulu jalanannya sangat rusak. Gambar disamping adalah jembatan yang menuju rumah pitung. Dahulu jembatannya hanya terbuat dari kayu, dan hanya bisa dilewati oleh satu atau dua kendaraan bermotor saja. Meskipun jembatan sudah terlihat bagus dan kokoh namun  kendaraan roda empat tidak dapat melewatinya karena setelah menuruni jembatan jalan menuju rumah pitung sangat kecil dan sempit. Sehingga kendaraan beroda empat harus memarkir di lapangan yang jaraknya hanya beberapa meter saja dari rumah pitung.  Walaupun demikian, jika ingin berkunjung kerumah pitung sebaiknya membawa kendaraan sendiri, karena kendaraan umum seperti angkot jarang ditemui didaerah tersebut.

Rumah si Pitung saat ini sudah tertata rapi dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang diberikan Pemerintah DKI Jakarta seperti gedung serbaguna serta akses jalan yang sudah diperbaiki demi menarik perhatian pengunjung. Namun hanya sedikit pengunjung yang berwisata ke tempat cagar budaya yang dilestarikan ini. Pada ahad saja, hanya ada beberapa pengunjung serta beberapa rombongan  yang berkunjung . Padahal tempat wisata ini sama sekali tidak memungut biaya, hanya kebijakan dari pengunjung saja. sekali, fetival  seperti pertunjukan drama mengenai sejarah perjalanan si Pitung sehingga pengunjung

Sebaiknya pemerintah DKI Jakarta tidak hanya memberikan fasilitas-fasilitas saja tetapi juga memanfaatkan fasilitas-fasilitas tersebut untuk dapat menarik perhatian pengunjung. Misal mengadakan festival  kebudayaan betawi yang diadakan seminggu atau sebulan tidak hanya melihat-lihat peninggalan rumahnya saja tetapi juga dapat mengetahui kisah sipitung secara nyata, megadakan jajanan kuliner khas betawi, serta mengadakan pasar yang menjual pernak-pernik khas pitung, dan lain-lain. Disamping itu hal yang terpenting adalah kesadaran dari masyarakat itu sendiri  akan pentingnya sebuah bangunan sejarah yang harus dilestarikan meskipun berada ditengah-tengah zaman modernisasi, jangan sampai terlupakan.

1 Response so far »

  1. 1

    Ami said,

    teman jangan lupa yah masukin link gunadarma. Sekarang kan sudah mulai softskill, sebagai salah satu mahasiswa gunadarma ayo donk masukin link gunadarmanya.
    di cek ya studentsitenya ada pengumumannya lho…🙂
    http://www.studentsite.gunadarma.ac.id


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: